Elizabeth Aylward, Ph.D, profesor radiologi di Center on Human and Disability, University of Washington, AS, mengungkap, walaupun disleksia merupakan gangguan genetik, masih ada kelenturan di dalam otak anak untuk ditata ulang. Jadi, disleksia tidak mengurangi kecerdasannya dan tak harus menghentikannya untuk belajar.
Anda bisa melakukan 5 hal ini untuk menanganinya :
1. Buatlah cerita yang menarik saat mengajarinya membaca. Cari tema cerita yang disukainya, sehingga timbul rasa penasarannya untuk membaca.
2. Latih secara perlahan dan berjenjang, misalnya dimulai dengan mengenalkan pada huruf, lalu berlanjut ke suku kata, dua suku kata, dan kalimat. Buatlah huruf dari kertas yang berwarna-warni agar ia semangat belajar.
3. Asah kemampuannya mengenali bentuk sekaligus menulis dengan mewarnai gambar atau huruf dengan krayon setiap hari. Atau ajak ia menggabungkan pola titik-titik di buku gambarnya untuk melatih kemampuan motorik halusnya.
4. Sesekali minta ia menceritakan kembali secara berurutan film kartun yang baru ditontonnya untuk melatih konsentrasinya.
5. Jika ia sulit membedakan kanan dan kiri, pasangkan gelang atau salah satu tangannya sebagai pembeda.
Riset Boston University menunjukkan bahwa anak lebih cepat membalas perlakuan buruk dibanding menunjukkan rasa terima kasih, sehingga respons defensif ini kerap disalahartikan sebagai sifat pendendam.... read more
Saat tidur, anak berteriak, menendang, panik, atau tangannya menggapai-gapai? Bisa saja ini bukan sekadar mimpi buruk, tapi sudah menjadi sleep terror.... read more