5 Tahapan Mengenalkan Daging Sapi Kepada Anak

 

pixabay


Saat si kecil lulus ASI eksklusif, rasanya ingin mengenalkan semua jenis makanan baru pada si kecil. Dan Anda tentu ingin memastikan si kecil siap untuk menerima jenis makanan tersebut. Dilansir oleh gizi.depkes.go.id, dokter spesialis anak, Franda Prawita mengemukakan bahwa orangtua perlu mengupayakan makanan awal yang diberikan masih bertekstur lembut. Sehingga saluran pencernaan anak tidak kaget saat menerimanya.

Salah satu jenis makanan yang membutuhkan kesiapan adalah daging. Seperti yang dilansir oleh www.ayahbunda.co.id, daging bisa diberikan pada bayi sejak mulai mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI). Namun, mengingat terlalu banyak asupan protein dapat membebani kerja ginjal, teknik mengunyah dan menelan si kecil, maka berikan daging secara bertahap sesuai usia bayi. Hal ini berkaitan dengan mekanisme menelan dan kemampuan bayi mencerna yang masih lemah.

Tahapan mengenalkan daging sapi pada balita:

Tahap 1: Kaldu Daging

Kaldu merupakan air hasil rebusan daging dengan sedikit lemak yang direbus lama, kurang lebih 2-4 jam. Kalau Anda pernah mendengar kaldu tulang atau biasa dikenal dengan bone stock atau broth. Meski sama-sama kaldu, keduanya berbeda asalnya dan cara penggunaannya. Kaldu tulang terbuat dari tulang dan beberapa sayuran, dimasak lebih lama dari kaldu daging, dan memiliki tekstur lebih kental dan rasa gurih yang pekat. Memang disebut-sebut sebagai kaldu terbaik, namun untuk bayi yang baru lulus ASI, sebaiknya berikan kaldu daging.

Setelah bayi Anda diberikan pure encer buah dan sayur, begitu lulus ASI, usia 6 bulan, ia boleh mencoba rasa lain di bulan selanjutnya. Kaldu daging bisa jadi pilihan Anda untuk mengenalkan rasa gurih lainnya, selain ASIP, untuk campuran makanan yang masih disaring. Untuk membuat kaldu daging, tidak perlu setiap hari. Anda dapat menyimpannya di freezer.

Tahap 2: Daging Saring

Jika Anda datang ke supermarket atau ke pasar tradisional, lalu menyebutkan, “Pak, saya mau beli daging sapi saring,” jawabannya tentu tidak tersedia. Yang dimaksud dari daging saring ini adalah daging yang sudah menjadi masakan (seperti nasi sup daging), lalu dihaluskan dengan blender, kemudian disaring terlebih dahulu sebelum diberikan pada si kecil. Di luar sana terkenal dengan sebutan bubur saring. Proses menyaring ini dilakukan agar tekstur makanan menjadi lembut, agak cair namun menuju ke bentuk padat.

Daging yang disaring cocok diberikan pada anak usia 7-8 bulan. Menurut dr. I.G.A.N Partiwi, SpA, MARS, di dalam bukunya Sehat Lezat, anak usia ini sudah ‘naik kelas’ karena sudah bisa dikenalkan dengan menu yang lebih beragam, atau dengan zat gizi lain seperti makanan yang mengandung karbohidrat dan protein. Hanya saja, tidak serta merta diberikan sepiring nasi dengan daging begitu saja. Anak usia ini masih mengonsumsi makanan saring. Agar daging saring bisa diterima oleh indera pengecap si kecil, pilihlah daging giling dengan kualitas terbaik. Dan pastikan daging saring lembut, agar tidak menciderai si kecil.

Tahap 3: Daging Cincang

Daging giling berasal dari daging sapi dengan kualitas terbaik, yang halus seratnya dan bebas lemak. Daging sapi digiling menggunakan alat penggiling daging khusus. Tria Nuragustina, Redaktur Pelaksana Boga, Femina Media, menyarankan sebaiknya langsung membeli daging giling di supermarket atau pasar tradisional, dibandingkan membuat sendiri menggunakan food processor. Karena tidak mudah menggiling daging dengan alat tersebut.

Daging giling bisa Anda berikan pada anak usia 9-10 bulan. Kemampuan mencerna anak usia ini menurut Infant Feeding in Emergencies, Unicef, sudah mampu menikmati makanan yang ditumbuk atau makanan dengan tekstur agak kasar. Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS di dalam bukunya Variasi Bubur Saring Sehat Untuk Bayi Usia 8 Bulan Ke Atas, pun menekankan bahwa menginjak usia 8 bulan, perkembangan fungsi organ pencernaan bayi semakin sempurna. Hindari daging olahan, seperti sosis, bakso, korned, atau nugget siap saji, karena selain tinggi garam, juga mengandung pengawet dan bahan kimia lain yang merugikan kesehatan.

Tahap 4: Daging Potong Dadu

Daging sapi yang sudah dipotong dadu akan banyak Anda temukan di supermarket. Daging potong dadu ini sangat memudahkan untuk Anda, dibandingkan membeli daging sapi utuh lalu memotong sendiri. Daging potong dadu bisa diberikan pada anak usia di atas 12 bulan, yang mulai bisa makan makanan orang dewasa. Namun, jika Anda ingin si kecil langsung ‘hap’ menikmati daging potong dadunya, Anda bisa membagi daging potong dadu menjadi dua bagian. Daging potong dadu biasanya digunakan untuk masakan sup, satai, atau tumisan.

Tahap 5: Daging Utuh

Daging utuh merupakan potongan-potongan daging dalam ukuran besar. Daging utuh sebaiknya tidak diberikan langsung pada si kecil, kecuali ia sudah mahir menggunakan tangannya untuk memotong daging menggunakan pisau makan sendiri. Rasa-rasanya jarang sekali balita yang sudah memiliki kemampuan ini. Biasanya, orangtuanya yang membantu memotong kecil-kecil daging, barulah si kecil mengambil potongan daging tersebut sendiri ke dalam mulut.

Tria Nuragustina kembali menyarankan, sebelum Bunda membeli daging sapi dalam ukuran apapun,
sebaiknya pilih daging yang segar, berwarna merah cerah, bau khas daging, lunak dan seratnya halus, serta tidak berpengawet.


Mitos atau Fakta
Menurut Dr.Yoga Deavaera,Sp.A(K) yang dilansir dalam www.idai.or.id, ada beberapa mitos dan fakta yang muncul di masyarakat. Salah satunya adalah...
1. Berikan sumber karbohidrat saja, tunda pemberian daging sampai usia 8-10 bulan.
FAKTA Tidak ada urutan tertentu dalam pemberian MPASI. Karbohidrat, protein (daging, ayam, telur, dan ikan), sayuran, dan buah-buahan dapat diberikan sejak usia 6 bulan.

2. Belum tumbuh gigi, jangan memberikan makanan bertekstur.
FAKTA
Anak memiliki periode emas untuk belajar makan seperti belajar mengunyah dan menelan. Jika periode ini terlewatkan dikhawatirkan anak akan mengalami gangguan kemampuan makan. Anak dapat mengolah makanan lunak tanpa gigi.



Baca Juga:
5 Cara Gampang, Bikin Anak Doyan Makan Daging

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>