Gatal Nikmatnya Digaruk

 

Foto: freepik

Gatal tiba-tiba menyerang. Lagi-lagi hormon kehamilan biang keladinya. Dialami oleh 1 dari 180-300  ibu hamil. Faktor psikis seperti merasa cemas akan kehamilannya juga bisa memicu gatal-gatal.
 
Rasa gatal lazim dialami selama hamil akibat meningkatnya suplai darah ke bagian kulit. Tapi kejadian ini tidak selalu dialami oleh seorang ibu pada setiap kehamilan. Ada yang diserang rasa gatal saat hamil anak pertama tetapi tidak pada kehamilan berikutnya.
 
Lokasi serbuan rasa gatal pun tidak sama pada setiap ibu. Ada yang gatal di bagian lengan, di area perut,  ada juga yang mengeluh gatal-gatal berat di sekitar vagina.
 
Begitu gatalnya hingga calon ibu tergoda untuk menggaruk, dan terus menggaruk. Tahu-tahu iritasi dan menyisakan bekas berwarna hitam. Bolehkah gatal-gatal ini digaruk?
 
Salahkan hormon

Gatal-gatal yang terjadi selama kehamilan berlangsung itu disebut Pruritic Urticarial Papules & Plaques of Pregnancy (PUPPP). Ini dipicu oleh hormon kehamilan estrogen dan human chorionic hormone (HCG) yang terdapat di dalam darah dan urin calon bunda yang sedang hamil. Selama hamil produksi HCG memang meningkat, tetapi tidak semua wanita hamil mengalami gatal-gatal.
 
Meningkatnya produksi kedua hormon itu bisa memicu pelepasan histamin, sehingga bunda yang sensitif akan merasakan gatal-gatal yang hebat di permukaan kulit. Rasa gatal juga disertai bercak merah atau bintik-bintik di permukaan kulit yang muncul di daerah sekitar perut, bokong, tangan, dan kaki. Jangan khawatir, Bunda, umumnya ibu hamil mampu menghadapi kondisi ini.
 
Rasa gatal perlu dikonsultasikan dengan dokter kandungan untuk memastikan apakah gatal-gatal itu memang disebabkan oleh hormon atau penyebab lain seperti alergi pada makanan tertentu.
 
Karena menimbulkan bintik-bintik pada kulit seperti campak, dokter kerap menduganya alergi. PUPPP tidak memengaruhi perkembangan janin. Penanganannya pun tergolong aman karena menggunakan bedak untuk kulit gatal, lotion, obat antihistamin, dan steroid. Semua itu bertujuan untuk  menekan rasa gatal, tidak akan berdampak pada janin.  
 
PUPPP biasanya terjadi di trimester kedua usia kehamilan, atau usia 34-35 minggu, terutama saat estrogen meningkat. Gatal-gatal ini menyerang ibu yang memiliki jenis kulit kering. Akan menimbulkan dampak buruk bila Anda tidak mampu menahan diri untuk tidak menggaruk.
 
Garukan yang terus menerus akan menimbulkan luka, dan menimbulkan bekas berwarna kehitaman pada kulit. Mandi dengan air hangat dengan sabun yang memiliki pH seimbang sangat disarankan, karena aman bagi kulit sensitif.
 
Tak perlu takut mengongsumsi obat yang diberikan oleh dokter, karena obat itu bekerja untuk meredakan rasa gatal yang tidak berbahaya bagi janin.
 
Tidak dapat dicegah

Pencegahan tidak mungkin dilakukan karena faktor pemicunya adalah peningkatan hormon. Yang dapat Anda lakukan hanya mengurangi rasa gatalnya:
 

- Mandi air suam-suam kuku, jangan terlalu panas. Karena bila terlalu panas, kulit akan semakin kering dan rasa gatal semakin hebat. Gunakan sabun dengan pH seimbang, gosok dengan baik. Sehabis mandi  aplikasikan lotion yang diresepkan oleh dokter.

- Tetap berada pada suhu dingin, jangan beraktivitas di luar terutama saat cuaca panas karena memicu gatal yang menghebat.

- Kenakan pakaian tipis yang nyaman dan longgar untuk mencegah iritasi pada kulit yang gatal.

- Kurangi stres, kurangi rasa cemas. Bayangkan segala sesuatu yang indah, karena berpikir buruk akan memicu rasa gatal. 
 
Yang berisiko  PUPPP


- Ibu dengan kehamilan pertama

- Ibu dengan kehamilan kembar

- Ibu hamil dengan kenaikan berat badang  tinggi

- Ibu hamil anak laki-laki
 
 (IR)
 

 
 

 

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>