Yang “Memalukan” Saat Hamil

 

Pada saat hamil, begitu banyak perubahan yang terjadi: Dari bentuk tubuh, kebiasaan serta keluhan-keluhan lain yang muncul. Tak jarang, tak hanya mengganggu fisik, tapi juga membuat Anda malu. Berikut ini solusi untuk mengantisipasinya.
 
KENTUT TAK TERKENDALI
Mereka yang alergi laktosa cenderung mengeluarkan gas lebih banyak karena tidak mampu memroduksi enzim yang dapat memecah laktosa. Ini biasa! Bagaimana jika ibu hamil selalu mengeluarkan gas? Ini juga biasa. Perut kembung jadi salah satu masalah yang dialami ibu hamil.
 
Selain buang gas, ibu hamil juga suka bersendawa sembarangan. Ini tidak disengaja, mereka memang menahannya. Gas yang menumpuk di tubuh ibu hamil diakibatkan oleh:
- Masuknya udara pada saat makan.
- Banyak rongga dalam perut pada saat hamil sehingga proses pencernaan melambat dan mendorong perut terasa kembung.
- Hormon progesteron yang merelaksasi otot pada usus kecil dan besar, kemudian memperlambat proses pencernaan. Lambatnya proses pencernaan akan menghasilkan gas lebih banyak.
 
Solusi
  1. Batasi makanan yang banyak mengandung gas, seperti kembang kol, dan karbohidrat.
  2. Hindari minuman berkarbonasi atau bersoda. Selain banyak mengandung gas, soda juga mengganggu penyerapan kalsium.
  3. Olahraga –misalnya berjalan kaki atau berenang- dapat membantu makanan cepat melewati saluran pencernaan sehingga mengurangi produksi atau jumlah gas dalam perut.
  4. Tidak banyak bicara pada saat makan.
 
NGOMPOL 
Baru batuk sedikit saja air seni keluar tiba-tiba tanpa permisi. Begitu juga pada saat Anda bersin atau tertawa terbahak-bahak. Celana dalam pun basah. Mengjengkelkan, memang, tapi ini wajar karena adanya:
- Otot-otot panggul pada ibu hamil yang melonggar, sulit mengontrol keluarnya air seni.
- Tekanan rahim pada kantong kemih sehinga mendorong keluarnya air seni.
 
Solusi
Lakukan latihan senam kegel untuk menguatkan otot panggul yang berperan menggerakkan organ-organ dalam panggul, seperti rahim, kantong kemih, dan usus. Ketika Anda menahan dan melepaskan air seni, Anda sedang menggerakkan otot panggul, selain otot-tot pada daerah vagina. Senam kegel juga bermanfaat memudahkan kelahiran bayi dengan proses normal.
 

VAGINA BASAH
Pada awal kehamilan, cairan tubuh akan semakin meningkat jumlahnya, termasuk cairan vagina. Akibatnya ibu hamil sering merasa “basah” sepanjang waktu, seperti sedang menstruasi. Umumnya cairan akan semakin banyak ketika berdekatan dengan proses kelahiran. Bentuknya lendir putih seperti susu.
 
Anda baru boleh khawatir bila cairan putih itu mengeluarkan bau tak sedap, gatal, berwarna misalnya merah, dan membuat Anda merasakan sakit atau nyeri. Segera konsultasikan ke dokter!
 
Solusi
  1. Bersihkan organ intim dengan benar, yaitu dari depan ke belakang, terutama setiap kali usai buang air kecil. Jangan lupa keringkan.
  2. Pilih pakaian dalam dari bahan katun dan ganti sesering mungkin.
 
MUDAH BERKERINGAT
Ibu hamil mudah sekali mengeluaran keringat. Berkeringat merupakan reaksi alamiah untuk mendinginkan tubuh yang mengalami kepanasan. Namun ada penyebab lain kenapa ibu hamil mudah berkeringat, yaitu:
- Peningkatan aliran darah ke dalam kulit yang membuat ibu hamil merasa lebih hangat.
- Meningkatnya hormon progesteron sehingga pembuluh darah kecil pada kulit terbuka lebar.
- Usia kehamilan yang semakin besar.
Hati-hati bila ada peningkatan suhu tubuh di atas normal, bisa saja ada infeksi kuman penyakit pada tubuh.
 
Solusi
  1. Kenakan pakaian yang longgar, nyaman, dan terbuat dari katun karena dapat menyerap keringat.
  2. Hindari tempat atau ruang yang sempit, lebih baik sering-sering berada di ruang terbuka.
  3. Konsumsi cairan untuk mengganti cairan tubuh yang terbuang agar tidak dehidrasi.
 
EKSPRESI JELEK SAAT MUAL/HEARTBURN
Sebagian besar ibu hamil pernah mengalami mual/muntah, gejala yang menurut Dr Ronna L Chan –peneliti dari University of North Carolina, AS- menandakan kondisi janin sehat dan relativ aman dari risiko keguguran.
 
Atau mengalami heartburn, yaitu rasa nyeri atau sensasi seperti terbakar di bagian dada, tepatnya tulang dada, bahkan ada yang merasakan nyeri pada bagian leher, tenggorokan, atau sudut rahang. Umumnya, heartburn terjadi karena produksi hormon progesteron yang membuat organ tubuh menjadi relaks sehingga proses pencernaan di lambung terjadi lebih lambat. Yang mengakibatkan penumpukan makanan dan asam lambung naik. Selain rasanya tidak nyaman, ada lagi tambahan malu bila terjadi di muka umum, yaitu ekspresi “jelek” pada wajah saat mual/hearburn.
 
Solusi
  1. Makan dalam porsi kecil tapi sering.
  2. Hindari makanan yang dapat menyebabkan mual.
  3. Konsumsi air putih untuk mengurangi rasa mual.
  4. Hindari mengonsumsi makanan pemicu heartburn, yaitu yang pedas, asam, kopi, cokelat, makanan berkarbon, dan alkohol.
  5. Posisi duduk tegak setelah makan untuk meminimalisir makanan yang cenderung menumpuk dan naik ke atas. (ES)

 



Artikel Rekomendasi

post4

Tak Kunjung Hamil

Ketika lama tak punya buah hati, wanita kerap ’dituduh’ menjadi penyebabnya. Bagaimana sebenarnya?... read more

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>