13 Tes Memilih Dokter Anak untuk Bayi Anda

 

Memilih dokter anak sama halnya memilih pasangan hidup. Ia haruslah orang yang benar-benar memiliki komitmen untuk mau peduli dan mampu “mengurus” Anda –dalam hal ini anak Anda- sejauh yang Anda butuhkan. Hampir semua ibu mengalami ini – kesulitan menemukan dokter anak yang tepat. Kalaupun “lulus seleksi”, dokter itu biasanya dokter “warisan”, dokter anak si ibu atau si ayah waktu mereka kecil, atau dokter rekomendasi dari kerabat.
 
Sebelum Anda memutuskan dokter mana yang akan menjadi dokter anak Anda, cari tahu dan tanyakan hal-hal ini kepadanya.
 
Segi Pengalaman dan Kompatibiliti

- Sudah berapa lama menjadi dokter?
- Sudah berapa lama praktek di tempat itu?
- Jenis asuransi apa yang diterima dan bagaimana klaim serta proses pembayarannya?
 
Segi Sarana

- Pada jam berapa saja dokter ada di tempat praktiknya?
- Bagaimana saya bisa mendapat bantuan atau saran dalam keadaan darurat, terutama pada malam hari atau akhir pekan?
- Apakah bisa menemui dokter setiap kunjungan, atau saya akan bertemu dengan dokter lain di klinik itu?
- Apakah dokter menangani bayi-bayi yang baru lahir di rumah sakit? Jika iya, di rumah sakit mana saja dokter bertugas menangani bayi baru lahir?
- Seberapa sering dokter menyarankan untuk membawa bayi saat berkonsultasi?
 
Segi Pandangan dan Teori

- Apa pandangan dokter tentang menyusui dan menyusu dengan botol?
- Apakah dokter akan merekomendasikan attachment parenting?
- Bagaimana pandangan dokter tentang pentingnya imunisasi?
- Apa tanggapan dokter tentang melakukan pengobatan secara medis dengan pengobatan cara alami?
- Dalam keadaan apa dokter akan merujuk pasien ke dokter spesialis yang lain? (ES)


Baca juga:
Mencari Dokter Anak yang Tepat

 
 

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>