Deteksi Autisme Sedini Mungkin

 

Mendeteksi sedini mungkin gejala autisme akan memberikan pengaruh besar pada perkembangan dan perbaikan perilaku anak autisme.

Di seluruh dunia, angka kejadian autisme meningkat pesat, terjadi pada 6-7/1000 anak. Bahkan beberapa laporan menyebutkan 1-2/100 anak. Di Indonesia sendiri diperkirakan penderita autisme mencapai sekitar 2 juta anak.  Namun penyebab pasti gangguan interaksi dan komunikasi ini masih belum ditemukan.

Dr.Hardiono D.Pusponegoro, SpA(K), pakar Neurolog Anak dari FKUI, dalam jumpa pers Autism Now di Jakarta, Senin (14/6) mengatakan, deteksi, terapi dan edukasi sejak dini pada penderita autisme akan memberikan hasil terbaik bagi tumbuh kembang anak. Dibutuhkan peran orangtua untuk mendeteksi gejala awal autisme pada anak. Deteksi bisa dimulai sejak usia 12 bulan. Beberapa gejala autisme adalah gangguan pada interaksi, perilaku, dan komunikasi. “Waspada jika sampai usia 12 bulan anak belum bisa menunjuk dengan jari atau ekspresinya kurang, belum ada kata yang berarti di usia 16 bulan, tidak ada kalimat terdiri dari 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan dan kehilangan kemampuan berbicara atau kemampuan sosial pada setiap umur. Gejala-gejala ini merupakan indikasi autisme,” ungkapnya.

Menurut Hardiono, jika anak telah terdekteksi mengidap autisme, terapi dan edukasi adalah penanganan terbaik yang bisa dilakukan. “Makin lama bekerja dengan pasien autisme, saya makin yakin bahwa sebagian besar pasien tidak memerlukan obat. Yang diperlukan adalah terapi dan edukasi yang baik,” terangnya. “Terapi medis hanya diperlukan untuk perilaku yang malapdaptif, seperti agresif, menyakiti diri sendiri, gangguan tidur, hiperaktif berlebihan dan tantrum. Atau jika anak memiliki penyakit penyerta lain, seperti kejang dan epilepsi, ” lanjutnya.

Deteksi dan intervensi sejak dini, menurut Dr. Hardiono akan berpengaruh banyak dalam memperbaiki perilaku anak autisme. “Makin cepat didiagnosa dan diterapi, akan makin baik dan maksimal hasilnya,” tegasnya. (ME)

Baca:
Ganguan Spektrum Autisme
Spektrum Autisme, Perlu Terapi Terpadu
Mengasuh anak autisme
Faktor Genetis Biang Autis?


 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>