Nutrisi Anak Alergi Susu Sapi

 

Berbagai reaksi alergi susu sapi pada anak kerap membuat orangtua khawatir. mulai dari gatal-gatal hingga sesak. Kekhawatiran orang tua pun berubah menjadi kebingungan. Namun, kini kegelisahan bunda dan ayah terjawab dengan adanya  Jumpa Pakar Ayahbunda bersama Isomil, “Pilihan Nutrisi Anak Alergi Susu Sapi” pada 22 September 2012, di Hotel Aryaduta, Medan.

Bersama dokter spesialis anak dr. Dina Muktiarti, SpA, dari Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dan dr. Sarah Angelique,  Medical & Science Relationship Manager Isomil, bunda dan ayah mendapat banyak ilmu serta bisa berdiskusi dengan para pakar dan sesama orangtua tentang alergi susu sapi.

Acara diawali dengan ucapan selamat datang dari Bebby Astrika Sekarsari, Editor Nutrisi dan Boga Ayahbunda yang disambut meriah oleh para peserta. “Senang sekali bisa menyambut Bunda dan Ayah, mari kita menggali ilmu, berbagi dan berdiskusi tentang masalah alergi anak dan solusinya,” sambut Bebby. Dipandu moderator Arif Tirtosudiro, acara berlangsung seru. Antusias dari Bunda dan Ayah pun sangat tinggi. Mereka tampak  tidak sabar untuk menunggu dibukanya sesi tanya jawab untuk mengetahui solusi terbaik dari para pakar.

Menurut dr. Dina,  protein susu sapi merupakan protein asing yang pertama kali dikenal oleh bayi. Angka kejadian alergi susu sapi yang dialami bayi antara 0,5% sampai 7,5% dan umumnya terjadi  di bawah usia 1 tahun. Namun akan berkurang dengan bertambahnya usia.  “Faktor genetik juga menjadi penyebab alergi pada anak. Bila kedua orangtua memiliki manifestasi yang sama, maka risiko anak tertular alergi meningkat menjadi 60-80%,” kata dr. Dina.

Bayi yang masih meminum ASI ekslusif juga bisa terkena alergi susu sapi.  Namun saran dr. Dina, jangan ASI-nya yang dihentikan. “Bunda justru harus pantang terhadap makanan yang mengandung bahan dasar susu, kasein dan laktosa seperti mentega, krim keju, yoghurt, sereal, roti, biskuit atau kue yang menggunakan susu. Dan, ini juga berlaku untuk anak yang telah melewati ASI ekslusif,” tambahnya.

Maka, saatnya Bunda memperhatikan  label yang tercantum dalam bahan makanan. Ia juga mengingatkan agar para orangtua melakukan evaluasi asupan makanan setiap 6 bulan dan membuat food diary agar anak tetap mendapat asupan gizi yang lengkap dan
seimbang.Dalam kesempatan ini, kekhawatiran dan kebingungan Bunda dan Ayah terhadap alergi susu sapi semakin terjawab melalui penjelasan dr. Sarah. Menurutnya, Isomil Plus Advance adalah solusi bagi anak alergi susu sapi. Bahan dasarnya yang terbuat dari isolat protein kedelai yang bebas susu sapi dan laktosa, juga komposisi kandungan nutrisi,  protein dan kalsium yang lengkap mampu memenuhi kebutuhan gizi pada anak. Campuran 2 karbohidrat, sirup jagung dan sukrosa, membuat sistem pencernaan yang sensitif menjadi lebih optimal serta memberikan energi yang diperlukan anak. Lalu, kandungan AA, DHA, Taurin dan Kolin membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak sampai usia 2 tahun. Dengan itu anak bisa bebas beraktivitas tanpa alergi yang biasa menghambatnya.

Acara berlanjut ke permainan supermarket sweap. Dipandu oleh dr. Dina, para peserta kembali saling mengangkat tangan agar bisa ikut permainan menyusun menu makanan sehat untuk anak alergi.  Acara ditutup dengan bagi-bagi hadiah dari Ayahbunda dan Isomil yang dilanjutkan dengan foto bersama dan makan siang.

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>