Waspada Campak, Kenali Fakta dan Hindari Bahayanya!
Lonjakan kasus campak di Indonesia capai ribuan, pahami penyebab, risiko, dan cara melindungi si kecil dari bahaya campak yang mematikan.... read more
Banyak anggapan bahwa minuman isotonik sangat baik untuk menggantikan cairan tubuh anak yang hilang setelah seharian beraktivitas di luar ruangan dan akan mengembalikan kesegaran tubuh anak.
Padahal, menurut dr. Aninda Perdana, B.Med Sc., saat ditemui di sebuah konferensi pers di Jakarta, balita sama sekali tidak memerlukan cairan isotonik. Pasalnya, balita tidak akan melakukan aktivitas fisik berat lebih dari 60 menit.
Dalam kondisi normal, tubuh anak hanya membutuhkan natrium di bawah 2,3g per hari, sedangkan klorida di bawah 50mg, sehingga tidak perlu mengganti cairan tubuhnya dengan minuman isotonik. Minuman isotonik lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa yang menggeluti olahraga berat.
"Jika seseorang melakukan aktivitas fisik berat lebih dari 60 menit, yang keluar dari tubuhnya bukan hanya keringat, melaikan mineral-mineral dalam tubuhnya ikut terkuras, sehingga ia membutuhkan cairan isotonik yang mampu dengan cepat mengembalikan mineral tubuh yang hilang," ungkap dr. Aninda.
Ada beberapa mineral penting di dalam sel tubuh manusia, yaitu Na, K, Cl, Ca, dan Mg. Ca dan Mg adalah ion-ion yang sangat dibutuhkan untuk kontraksi otot.
Selain olahraga berat, diare juga merupakan salah satu faktor seseorang kehilangan cairan dan mineral tubuh.
Dalam kondisi seperti itu, anak diperbolehkan mengonsumsi cairan isotonik sesuai anjuran dokter.
Karena dalam jangka panjang, pemberian cairan isotonik secara berlebihan dapat berisiko gagal ginjal dan hipertensi.
Jika anak melakukan aktivitas yang cukup berat, maka Anda hanya perlu menambah jumlah air yang ia minum.
European Journal of Nutrition menetapkan, anak usia pra-sekolah (4-6 tahun) hanya membutuhkan 1,2 liter air mineral per hari, yang setara dengan 5-6 gelas air 200ml.
Untuk anak yang aktif, minta ia minum 2 sampai 3 gelas air lagi, ya. "Tambahan air itu akan mengurangi risiko anak dehidrasi, dan menjaga kestabilan suhu tubuhnya," tutup dr. Aninda. (Wita Nurfitri)
Baca juga:
Tepat Memilih Minuman Kemasan Untuk Anak
Pentingnya Cairan
Aturan Minum dan Makan Sebelum dan Sesudah Berolahraga
Lonjakan kasus campak di Indonesia capai ribuan, pahami penyebab, risiko, dan cara melindungi si kecil dari bahaya campak yang mematikan.... read more
Sudah ada teknologi yang mampu membantu anak yang menderita skoliosis tanpa mengorbankan gerak dan tumbuh kembangnya.... read more
Ketika bentuk sel darah tidak normal, maka pasokan darah dan oksigen juga akan berkurang sehingga menimbulkan gejala anemia. ... read more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>